Jumat, 21 Februari 2020

CERITA BERSAMBUNG


Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebelumnya gue berterimakasih karena reader berkenan mampir ke blog yang gue buat. Sebenarnya gue buat blog ini karena iseng aja sih buat nyalurin hobi gitu. Yah... Hobi gue adalah mengarang cerita. Hobi yang benar-benar tidak berfaedah bagi gue yang merupakan seorang penulis abal-abal ini. Ibu gue sering banget ngomelin gue ditengah fokus gue pas buat cerita, sumpah sakit banget gitu rasanya padahal ini'kan hobi gue dari orok what! Nggak lah hobi gue ini udah mulai gue rasain pas awal masuk SMP. Waktu itu gue sering banget nulis cerita di buku dan temen-temen guelah yang menjadi readernya. Gila padahal gue sempet bingung gitu kok mereka mau gitu baca tulisan gue yang kayak cacing kepanasan tapi disisi lain gue juga seneng banget karena merekalah yang terus support gue buat terus nulis cerita. Eh! Kok malah jadi cucol gini sih, "huuuuuuu dasar." oke kita kembali ke laptop eh! Maksud gue kita kembali ke topik utama pembicaraan yang akan kita bahas alias tentang cerbung ciptaan gue. Asli loh ini hasil karya gue sendiri bukan hasil plagiat or copy paste karya milik orang terus diakuin sebagai karya buatannya sendiri kayak yang biasa dilakuin people-people itu loh upsss... Maaf kalau ada yang kesindir sama perkataan gue. Tapi bener loh ya perbuatan kayak gitu jangan ditiru, udah gak baik bikin masuk neraka lagi. Jangan ditiru ya bossquee. Oke langsung aja ya,gue bakal cerita tentang :

Chucky belle

 

Sinopsis :

 

Seorang siswa SMA culun dan asosial, ambivert yang ternyata adalah seorang psikopat dan pembunuh berdarah dingin, tak ada seorang pun yang mengetahui tentang kebengisannya sampai peristiwa pembantaian pada tanggal 08 Januari 2020 itu terjadi.


Udara di jakarta malam ini terasa begitu dingin, ditambah dengan gerimis yang mulai turun semakin membuat tanganku terasa gatal. Aku butuh hiburan! Aku melongokkan kepala kekanan dan kiri memerhatikan taman kota dengan seksama tanpa melewatkan satu inci pun.

 

"Sepi sekali. Padahal masih jam sebelas malam," gumamku seraya menatap jam tanganku. Tak ada yang bisa aku lakukan, aku bergegas menuju kearah tempat hiburan malam yang biasa aku datangi.

 

Aku menatap gadis mungil dengan mata indah itu tanpa berkedip. Rambutnya diikat sembarang dengan pakaiannya yang terbuka membuat setiap mata bisa dengan leluasa menikmati keindahan tubuhnya, dia berjalan mendekati ku.

 

Apa dia orangnya?

 

"Tuan, apakah anda ingin meminum sesuatu?" ujarnya menyodorkan daftar menu kehadapanku. Ah... Ternyata dia hanyalah seorang pramusaji.

 

Sejujurnya aku ingin sekali meminum sesuatu. Hari ini bahkan aku belum merasakannya sama sekali. Aku sudah tidak sabar lagi sekarang. Kemana mucikari sialan itu, padahal aku sudah membayarnya penuh. Aku beranjak berdiri melipat tanganku ke depan dada.

 

"Mana gadisku?" balikku bertanya mengangkat sedikit daguku penuh dengan keangkuhan. Beberapa saat dia diam sebelum menarik ujung bibirnya mencoba memaksakan senyum untukku.

 

"Saya akan segera panggil'kan," sahutnya berbalik membelakangiku dan langsung beranjak pergi.

 

Next gak?